Saat berbelanja di supermarket, pernahkah kamu melihat telur yang dijual terpisah? Yang satu telur biasa, yang satunya lagi ditempeli stiker bertuliskan ‘telur omega’ dengan harga sedikit lebih tinggi.Melihat nama telur dan penataan letaknya, sulit untuk tidak bertanya-tanya: “Memangnya apa bedanya?” Padahal jika dilihat sekilas, tampilannya hampir tidak ada bedanya dengan telur ayam biasa.Ternyata, di balik stiker tersebut, telur ini menyimpan nilai nutrisi yang jauh lebih tinggi bagi tubuh. Bukan sekadar pelengkap menu makan sehat biasa, telur ini bisa menjadi langkah awal yang simpel untuk siapa saja yang ingin menjaga tubuh tetap bugar di tengah padatnya rutinitas harian.Lebih jelasnya, mari kita bedah bersama pengertian telur omega dan mengapa telur ini layak berada di keranjang belanjaanmu.
Apa Itu Telur Omega?
Canva – Telur omega dan irisan telur omega dengan kuning telur berwarna orenPada dasarnya, telur omega adalah telur ayam, tetapi versi ‘upgrade’ dari telur biasa. Kenapa?Jawabannya ada pada kandungan nutrisinya. Telur ini memiliki formulasi asam lemak omega-3, seperti DHA (Docosahexaenoic Acid) dan EPA (Eicosapentaenoic Acid) yang berkali-kali lipat lebih tinggi daripada telur ayam pada umumnya.Rahasianya ada pada pakan ayamnya. Jika ayam biasa memakan sentrat atau dedak, maka pakan ayam petelur omega adalah pakan khusus yang tinggi omega-3, seperti pakan olahan yang sudah melalui proses emulsifikasi dan biji rami atau flaxseed.[1]Selain pakan khusus dan biji rami, cara lain yang mungkin peternak lakukan untuk memproduksi telur omega adalah menambahkan minyak ikan ke dalam pakannya atau memanfaatkan limbah perebusan ikan berlemak.Secara tampilan, baik telur biasa maupun omega, keduanya tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Rasa dan teksturnya juga serupa. Tapi jika kamu perhatikan, bagian telur omega punya warna oranye yang lebih pekat. Jika dipecah, cangkangnya juga lebih tebal dan kokoh.Bukan hanya itu, ketebalan cangkang juga menjadi salah satu perbedaan telur omega dan telur biasa. Cangkang telur omega lebih tebal daripada cangkang telur biasa.
Kandungan Nutrisi Telur Omega
Canva – Seorang wanita sedang memakan telur omega rebusMenurut data dari Columbia University Irving Medical Center, jika telur biasa hanya menyediakan sekitar 30 mg omega-3, sebutir telur omega bisa mengantongi 100 hingga 600 mg. Namun, nilai nutrisi ini bervariasi per telur berdasarkan pakan dan cara pemeliharaannya.Nutrisi ini paling banyak berkumpul di kuning telurnya. Jadi, pastikan kamu mengonsumsinya secara utuh agar tubuh memperoleh manfaatnya secara optimal.
Manfaat Telur Omega bagi Kesehatan
Canva – Infografis 8 manfaat telur omega bagi kesehatan tubuhKeunggulan telur omega juga tidak berhenti pada kandungan omega-3 saja. Telur ini tetap membawa semua kebaikan telur ayam biasa, seperti protein, vitamin D, vitamin B12, hingga berbagai mineral penting lainnya. Dan kombinasi nutrisi ini memberikan efek domino yang luar biasa untuk tubuhmu. Berikut beberapa manfaat telur omega-3.
1. Menjaga Jantung dan Pembuluh Darah
Kandungan DHA dan EPA dalam telur omega bekerja sama untuk memastikan kadar lemak darah (trigliserida) tetap berada di batas aman. Ini penting karena kadar lemak darah yang terlalu tinggi bisa meningkatkan risiko gangguan sistem kardiovaskular, baik jantung maupun pembuluh darah.Selain itu, omega-3 juga membantu pembuluh darah tetap lentur sehingga tekanan darahmu lebih stabil.
2. Alternatif Asupan Omega-3 Tambahan
Jujur saja, tidak semua orang bisa rutin menyetok atau memasak ikan berlemak seperti salmon, sarden, atau makarel di rumah. Belum lagi, ada sebagian dari kita yang memang kurang suka dengan aroma amis ikan atau bahkan memiliki alergi terhadap hidangan laut (seafood).Di sinilah telur omega-3 hadir sebagai shortcut praktis. Telur ini menjadi alternatif yang jauh lebih terjangkau. Telur ini juga mudah diolah menjadi berbagai menu, tetapi tetap ampuh untuk mengamankan kebutuhan lemak sehat harianmu tanpa drama.
3. Menjaga Fokus Otak dan Meningkatkan Kemampuan Kognitif
Tahukah kamu kalau sekitar 60% dari komponen otak kita sebenarnya terdiri dari lemak?[2] Fakta ini menjadikan otak sebagai organ paling berlemak di dalam tubuh manusia.Nah, salah satu jenis lemak baik yang paling krusial dan mendominasi di sana adalah DHA. Ketika kamu mengonsumsi telur omega-3, kandungan DHA-nya langsung bekerja menyusun jaringan tersebut dan mendukung komunikasi antarsel saraf di otakmu.Efek nyata yang bisa kamu rasakan sehari-hari adalah kemampuan berpikir yang lebih jernih, konsentrasi yang terjaga saat bekerja, hingga daya ingat yang lebih tajam. Dalam jangka panjang, asupan DHA yang konsisten juga berfungsi sebagai “investasi masa tua” untuk menjaga fungsi kognitif dan mencegah penurunan fungsi otak dini seiring bertambahnya usia.
4. Mendukung Tumbuh Kembang dan Kecerdasan Anak
Manfaat emas dari asam lemak omega-3 ini ternyata bisa juga untuk ibu hamil dan janin di kandungan. Bagi para ibu hamil atau orang tua yang memiliki anak di masa pertumbuhan, telur omega-3 bisa menjadi menu andalan di meja makan.Kandungan DHA di dalamnya sangat dibutuhkan tubuh sejak masa janin hingga tahun-tahun awal kehidupan anak untuk membentuk jaringan otak yang sehat. Nutrisi ini juga menjadi bahan bakar utama yang mendukung pembentukan berbagai fungsi penting dalam tubuh si kecil. Bahkan nutrisi ini membantu mereka tumbuh menjadi anak yang aktif, cepat tanggap, dan cerdas.
5. Melindungi Kesehatan Retina dan Penglihatan
Bagi kita yang setiap hari harus menatap layar laptop atau komputer untuk bekerja dan beralih ke layar HP saat bersantai, mata sering kali menjadi organ yang paling cepat lelah. Di sinilah telur omega-3 memberikan proteksi lebih.Telur ini kaya akan karotenoid, khususnya zat bernama lutein dan zeaxanthin. Di dalam tubuh kita, kedua senyawa ini akan berkumpul di bagian retina, yaitu area mata yang bertanggung jawab penuh terhadap proses penglihatan. Bertindak sebagai antioksidan alami, lutein dan zeaxanthin bertugas seperti “kacamata pelindung internal” yang menyaring radiasi cahaya biru (blue light) dan menangkal stres oksidatif yang bisa merusak mata.
6. Menjaga Kekuatan Tulang dan Kepadatan Otot
Banyak orang mengira telur hanya soal protein. Padahal, telur omega-3 juga mengemas vitamin D dalam jumlah yang baik. Gabungan antara protein dan vitamin D ini adalah duet maut untuk sistem gerak tubuhmu.Vitamin D bertugas membantu tubuh menyerap kalsium dari makanan lain dengan lebih efektif. Tanpa vitamin D yang cukup, kalsium yang kamu konsumsi akan terbuang sia-sia. Dengan penyerapan yang optimal, kekuatan ototmu akan terdukung dengan baik, sementara kepadatan tulangmu akan terjaga sehingga kamu bisa bergerak aktif tanpa takut gampang linu atau cedera.
7. Membantu Menjaga Keseimbangan Sistem Imun
Pernahkah kamu merasa tubuh gampang lelah atau sering meriang saat tugas sedang menumpuk? Itu tanda sistem imunmu sedang kewalahan menghadapi peradangan (inflammation) tingkat rendah akibat stres harian. Kabar baiknya, kandungan EPA dalam telur omega memiliki sifat anti-inflamasi alami yang membantu tubuh meredakan peradangan tersebut sebelum berubah menjadi gangguan kesehatan atau masalah metabolisme.Tidak sendirian, EPA dibantu oleh protein yang bertugas memperbaiki jaringan tubuh yang rusak, serta vitamin D yang mengomandoi sel-sel imun untuk melawan virus dan bakteri. Plus, ada tambahan mineral penting seperti selenium dan zinc yang berperan sebagai perisai dari radikal bebas.
Sempurnakan Nutrisimu dengan Olahraga Rutin
Canva – Seorang pria sedang olahraga di gymMenjaga pola makan sehat dengan telur omega-3 adalah langkah awal yang baik, tapi tubuhmu tetap butuh olahraga rutin agar manfaat nutrisinya bekerja maksimal.Jika kamu sedang mencari tempat olahraga yang nyaman dan fleksibel di tengah kesibukan, FTL Gym adalah pilihan tepat. Dengan fasilitas lengkap, kelas yang beragam, dan suasana yang mendukung, FTL Gym siap menemanimu membangun gaya hidup yang lebih bugar.Yuk, mulai langkah sehatmu hari ini dan cek fasilitas lengkap FTL Gym di sini!
Referensi
National Library of Medicine. Comparative omega-3 fatty acid enrichment of egg yolks from first-cycle laying hens fed flaxseed oil or ground flaxseed. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28108729/
Science Insights. What Percentage of the Brain Is Fat? https://scienceinsights.org/what-percentage-of-the-brain-is-fat/